Sign In

Gelar Pembinaan Pegawai: Wujudkan Dukungan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

Gelar Pembinaan Pegawai: Wujudkan Dukungan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

Mengawali tahun 2025, Kepala Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbangmitigasi) memberikan semangat kepada seluruh pegawai untuk tetap stabil dan fokus dalam menjalankan tugas-tugas baru seiring dengan reorganisasi.

Pusat pengembangan ini merupakan extended version (versi pengembangan) dari Badan Standardisasi Instrumen LHK. Kita optimalkan modalitas standar yang dihasilkan sebelumnya, menjadi sebuah model yang dapat diimplementasikan di lapangan,” tutur Wening Sri Wulandari, Kepala Pusbangmitigasihut awal Februari lalu di Bogor.

Menurutnya, saat ini kegiatan penyusunan standar atau NSPK merupakan bagian tusi Eselon teknis, namun tetap dibutuhkan sinergi dan keterlibatan peran dari Pusat Pengembangan. ”Proses bisnis antara Es I teknis dan Pusat Pengembangan harus dibangun segera.” jelasnya.

Pusbangmitigasihut merupakan transformasi dari Pusat Standardisasi Instrumen Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim eks BSILHK. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 1/2024, Pusbangmitigasihut memiliki tugas melaksanakan pengembangan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan, serta dua fungsi yaitu Perencanaan dan Formulasi Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, dan Fasilitasi Penerapan Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan. Selain itu, terdapat fungasi baru dari sebelumnya yaitu pengelolaan laboratorium serta pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus.

Terkait tusi tersebut, Wening menilai bahwa Pusbangmitigasi memiliki modalitas yang cukup banyak dan siap untuk dikembangkan, misalnya standar-standar terkait banjir, erosi, longsor, atau kebakaran yang relevan dengan visi misi presiden. “Mari kita mulai identifikasi output-output potensial yang siap dikembangkan lebih lanjut, dan memilah yang termasuk mitigasi dan adaptasi. Mulai bangun sinergi dan koordinasi dengan UPT Eselon I teknis di lapangan, dan pastinya dengan Balai Eks BSILHK.” lanjutnya.

Di samping hal teknis, Wening juga mengarahkan tindak lanjut yang harus dilakukan dalam waktu dekat, antara lain yaitu, diseminasi output standar yang sudah dihasilkan, efisiensi operasional, koordinasi dan penataan SDM, penyelesaian laporan pertanggungjawaban, pengelolaan BMN dan media sosial. Pengelolaan media sosial dan data informasi merupakan ujung tombak komunikasi eksternal organisasi, sehingga harus digarap dengan sistematis..

“Terkait laboratorium, agar segera dibangun laboratorium sebagai pusat data dan informasi kebencanaan. Jika diperlukan kerja sama dengan mitra, maka agar dapat dikoordinasikan,” pungkasnya. Pembinaan ini dihadiri segenap jajaran Pusbangmitigasi, pejabat struktural, pejabat fungsional, dan para pelaksana, (*)


Kontributor Berita :
Tim Media Kehumasan Pusbangmitigasihut
Penanggung Jawab Berita :
Dr. Wening Sri Wulandari – Kepala Pusbangmitigasihut

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *