Sign In

PUSBANGMITIGASI Siap Dukung Wujudkan Birokrasi Kelas Dunia

PUSBANGMITIGASI Siap Dukung Wujudkan Birokrasi Kelas Dunia

Dalam rangka mendukung Pembangunan Kehutanan 2025-2029, Kementerian Kehutanan menggelar Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengawasan (Rakorenwas) Tahun 2025. Mengusung tema “Menuju Birokrasi Kelas Dunia”, Rakorenwas yang dilaksanakan selama tiga hari (7-9 Februari 2025) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini, dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“Dalam Rakorenwas ini, kita akan rumuskan kembali program kita (Kementerian Kehutanan), pertajam program kita, kemudian rumuskan strategi dan evaluasi dan pengawasannya, agar apa yang diperintahkan oleh Presiden kita Prabowo Subianto, dapat tercapai,” ujar Menhut Raja Juli, membuka Rakor di Bumi Mandalawangi, TNGGP (07/02/2025).

Kegiatan ini juga menghadirkan Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, yang memaparkan Visi Misi Presiden 2025-2029. Sebagai upaya penguatan akuntabilitas Kementerian Kehutanan, Inspektur Jenderal Kementerian Kehutanan, Laksmi Wijayanti, menyampaikan  penguatan pengawasan dan pengendalian internal yang efektif.

“Pada tahun 2025, akan dilaksanakan pengembangan ragam tematik pengawasan yang mencakup transformasi digital sejalan dengan Govtech Indonesia, dukungan pengembangan teknologi dalam negeri dan penguatan pasar produk dalam negeri, penguatan oversight penerapan nilai ekonomi karbon, dan Foresight kebijakan dan program prioritas nasional,” jelasnya.

Menyambung Laksmi, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, menyampaikan rancang bangun Pembangunan Kehutanan 2025-2029, terutama terkait dengan hutan cadangan pangan, energi, dan air.

Sementara itu, pada Focus Group Discussion (08/02/2025) yang bertema Hutan cadangan pangan, ketahanan energi dan air, Kepala Pusat Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, Wening Sri Wulandari, menyampaikan informasi terkait pengembangan aren sebagai bioethanol. “Pengolahan nira aren menjadi bioethanol memerlukan teknologi pengolahan yang harus dikuasai, dan teknologi ini berpengaruh terhadap besaran bioethanol yang dihasilkan” jelasnya.

Selain tema tersebut, FGD pada Rakorewas juga membahas beberapa topik lain yaitu, Mendorong pertumbuhan sektor kehutanan 3,9%, Mengelola ragam hayati: mengurangi status keterancaman dan peningkatan pemanfaatan, dan Hilirisasi kayu log, getah pinus dan biofuel.

Dihadiri oleh seluruh jajaran Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, Penasehat Utama Menteri Kehutanan, dan Staf Khusus Menteri, lingkup Kementerian Kehutanan, Rakorenwas Tahun 2025, menghasilkan rumusan sebagai bahan tindak lanjut, serta diperkaya dengan agenda Jungle Tracking dan pelepasliaran satwa Elang Ular Bido (*)


Kontributor Berita :
Tim Media Kehumasan Pusbangmitigasihut
Penanggung Jawab Berita :
Dr. Wening Sri Wulandari – Kepala Pusbangmitigasi

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *