Gelar pertemuan dengan Staf Ahli Menteri Kehutanan, Pusbang Mitigasi Susun Perencanaan Perhitungan Jejak Karbon
Pusat Penegmbangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan (Pusbang Mitigasi) menyelenggarakan pertemuan dengan Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan, Haruni Krisnawati pada Selasa (11/2/2025) di Ruang Rapat Pusbang Mitigasi. Pertemuan ini merupakan langkah awal rencana penyusunan perhitungan jejak karbon di lingkup Kementerian Kehutanan.
Di awal pembukaan, Kepala Pusbang Mitigasi, Dr. Wening Sri Wulandari mengatakan bahwa Kementerian Kehutanan bakal melaksanakan perhitungan jejak karbon lingkup kementerian. Untuk itu, diperlukan langkah awal sebagai persiapan dalam pelaksanaannya.
“Jejak karbon merupakan jumlah total emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh suatu aktivitas. Penghitungan jejak karbon dilaksanakan untuk lingkup Kementerian Kehutanan, yang memerlukan dukungan dan peran aktif unit kerja,” tuturnya.
Sebagai langkah awal, Wening menjelaskan data dan informasi jejak karbon secara komprehensif, analisis penghitungan jejak karbon, serta koordinasi unit kerja dalam pengumpulan dan informasi. Untuk itu, ia mengusulkan untuk pembentukan tim perhitungan jejak karbon.
“Maka diusulkan pembentukan tim penghitungan jejak karbon untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dimaksud. SK Tim Penghitungan Jejak Karbon saat ini sedang berproses di Menteri Kehutanan,” pungkasnya.
Berikutnya, Prof. Haruni Krisnawati menjelaskan bahwa Carbon footprint atau jejak karbon adalah jumlah total emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, dan dihitung dalam satuan ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Carbon footprint dapat diukur dari aktivitas individu, komunitas, industri, organisasi atau produk.
“Persiapan pelaksanaan perhitungan jejak karbon ini bertujuan untuk Mengidentifikasi sumber emisi dan menghitung carbon footprint yang dihasilkan dari kegiatan operasional Kementerian Kehutanan, Menyusun strategi kompensasi carbon footprint melalui program penanaman pohon, dan Meningkatkan komitmen internal dan mendukung pencapaian target dalam pengurangan emisi GRK,” paparnya.
Pertemuan ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Pejabat Strukturan dan Fungsional lingkup Pusbang Mitigasi.






Penulis: Faisal Fadjri