Banjir melanda Kabupaten Surakarta, Provinsi Jawa Tengah sejak Senin malam, akibat Sungai Bengawan Solo meluap beberapa permukiman warga di Kecamatan Pasar Kliwon, dan Kecamatan Jebres, terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 120 cm. Banjir mulai menggenangi rumah warga pada Selasa (25/2) dini hari, sekitar pukul 01.45 WIB.
Berdasarkan laporan sementara, sekitar 163 kepala keluarga atau 315 jiwa terdampak di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Sangkrah dan Kelurahan Sewu di Kecamatan Pasar Kliwon, serta Kelurahan Jebres di Kecamatan Jebres. Sementara itu, sebanyak 113 unit rumah terdampak dengan kondisi yang masih dalam pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan.
BPBD Kota Surakarta bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah segera melakukan langkah penanganan dengan mendirikan lokasi pengungsian di bantaran Sungai Bengawan Solo. Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Tim relawan dan unsur terkait juga mulai mendistribusikan bantuan logistik, termasuk nasi bungkus untuk warga yang membutuhkan.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa banjir berangsur surut, dan sebagian besar warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, upaya pemulihan masih terus dilakukan, termasuk aktivasi rumah pompa untuk mempercepat penyusutan genangan air.