Hujan dengan intensitas tinggi juga mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh sejak Selasa (4/3) sore. Akibatnya, banjir melanda delapan kecamatan dan merendam 33 desa. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 cm, menyebabkan aktivitas warga terganggu serta sejumlah fasilitas umum terdampak.
Banjir ini berdampak pada sedikitnya 168 kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan, yaitu Kuala Batee, Blangpidie, Jeumpa, Susoh, Manggeng, Lembah Sabil, Babahrot, dan Tangan-Tangan. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi fasilitas pendidikan, satu masjid, serta menghambat akses jalan nasional. Lahan pertanian yang terdampak masih dalam proses pendataan.
Menanggapi kondisi ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Aceh Barat Daya segera melakukan pemantauan serta pendataan di titik-titik terdampak. Selain BPBD, unsur lainnya seperti Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta masyarakat turut bahu-membahu dalam upaya penanggulangan awal. Kendati demikian, tim di lapangan menghadapi kendala seperti cakupan wilayah terdampak yang luas, keterbatasan kendaraan operasional, serta akses jalan yang terputus akibat genangan air.
Hingga laporan ini disusun, kondisi di wilayah terdampak menunjukkan bahwa banjir belum sepenuhnya surut. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 30 cm, dengan curah hujan yang masih tinggi. Potensi kenaikan muka air masih memungkinkan, sehingga warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.