Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus meluas. Sejak awal Januari hingga Senin (17/2/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat total luas lahan yang terbakar mencapai 65,06 hektare.
“Hingga saat ini, karhutla di Riau telah terjadi di tujuh kabupaten/kota,” kata Kepala BPBD Riau, M. Edy Afrizal, Senin (17/2/2025).
Karhutla paling luas ditemukan di Kabupaten Bengkalis, dengan total lahan terbakar mencapai sekitar 21,20 hektare. Selain itu, di Dumai luas lahan yang terbakar mencapai 16,03 hektare, Pelalawan 11,50 hektare, Siak 7,65 hektare, Indragiri Hilir (Inhil) 6,50 hektare, Kepulauan Meranti 2 hektare, dan Pekanbaru 0,18 hektare.
Meski sebagian besar titik karhutla di Riau telah padam, BPBD Riau mencatat masih terdapat dua daerah yang masih berasap, yakni Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan.
“Tinggal dua daerah lagi yang masih dalam proses pendinginan, yakni Bengkalis dan Pelalawan. Apinya sudah padam, tetapi masih ada kepulan asap, sehingga perlu dilakukan pendinginan lebih lanjut,” ujar Edy.
Meskipun sebagian besar kebakaran telah berhasil dikendalikan, BPBD Riau tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dengan kondisi cuaca yang mulai beralih dari musim hujan ke musim kemarau, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Selain itu, BPBD Riau juga meminta masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kebun, lahan kosong, atau hutan, yang dapat memicu kebakaran.
“Bagi masyarakat yang hobi memancing dan membuat api unggun atau membakar ikan, pastikan apinya benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan meninggalkan api dalam keadaan menyala karena dapat memicu kebakaran lahan,” tegasnya, seperti yang dilansir dari tribunnews.(***)